Di era digital seperti sekarang, production content sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari banyak bisnis. Hampir setiap brand memiliki akun media sosial, website, atau bahkan kanal video sendiri untuk menjangkau calon pelanggan. Namun sayangnya, tidak semua konten mampu memberikan dampak yang baik.
Banyak bisnis yang terlalu fokus pada jumlah postingan tanpa memperhatikan apakah konten tersebut benar-benar bermanfaat bagi audiens atau tidak. Padahal, salah satu faktor yang membuat sebuah konten bertahan dan disukai audiens adalah adanya value atau nilai di dalamnya.
Lalu bagaimana cara memproduksi konten yang benar-benar bermanfaat untuk audiens sekaligus mendukung perkembangan bisnis? Berikut beberapa kiat yang bisa diterapkan.
Kenali Audiens Sebelum Membuat Konten
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membuat konten berdasarkan apa yang disukai pemilik bisnis, bukan berdasarkan kebutuhan audiens.
Padahal tujuan utama konten adalah membangun hubungan dengan orang yang melihatnya. Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami siapa target audiens Anda.
Coba cari tahu usia mereka, kebiasaan mereka saat menggunakan media sosial, masalah yang sering mereka hadapi, hingga jenis informasi yang mereka cari setiap hari. Semakin mengenal audiens, semakin mudah menentukan ide konten yang relevan.
Misalnya, jika targetnya adalah pemilik usaha kecil, maka konten tentang strategi pemasaran sederhana kemungkinan akan lebih menarik dibandingkan pembahasan yang terlalu teknis.
Fokus pada Solusi, Bukan Hanya Promosi
Tidak sedikit akun bisnis yang hampir seluruh isinya berisi promosi produk. Padahal audiens biasanya datang ke media sosial bukan untuk melihat iklan terus-menerus. Mereka lebih tertarik pada konten yang memberikan manfaat.
Karena itu, cobalah mengubah sudut pandang saat membuat konten. Daripada terus mengatakan produk Anda bagus, lebih baik tunjukkan bagaimana produk atau layanan tersebut dapat membantu menyelesaikan masalah pelanggan.
Konten yang berfokus pada solusi biasanya lebih mudah mendapatkan perhatian karena terasa lebih relevan dengan kebutuhan audiens.
Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami
Kadang sebuah informasi sebenarnya sangat bermanfaat, tetapi gagal diterima audiens karena penyampaiannya terlalu rumit. Dalam dunia digital, orang cenderung menyukai informasi yang mudah dipahami dan langsung ke inti pembahasan.
Tidak perlu menggunakan istilah yang terlalu teknis jika memang tidak diperlukan. Gunakan bahasa yang sederhana dan dekat dengan keseharian target audiens.
Semakin mudah dipahami, semakin besar kemungkinan konten akan dibaca hingga selesai atau bahkan dibagikan kepada orang lain.
Berikan Edukasi Secara Konsisten
Konten edukatif menjadi salah satu jenis konten yang memiliki umur panjang. Orang mungkin lupa dengan promosi yang mereka lihat minggu lalu, tetapi mereka cenderung mengingat informasi yang benar-benar membantu mereka.
Misalnya bisnis kuliner bisa membagikan tips memilih bahan makanan yang baik. Bisnis kecantikan dapat memberikan edukasi tentang perawatan kulit. Sementara bisnis digital bisa berbagi wawasan mengenai pemasaran online.
Tidak harus selalu panjang dan rumit. Bahkan tips sederhana pun bisa memberikan manfaat jika disampaikan dengan tepat.
Manfaatkan Pengalaman Nyata
Konten yang berasal dari pengalaman nyata sering kali terasa lebih menarik dibandingkan teori semata. Audiens biasanya menyukai cerita karena lebih mudah dipahami dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Anda bisa membagikan pengalaman dalam menjalankan bisnis, tantangan yang pernah dihadapi, atau pelajaran yang diperoleh dari sebuah proyek.
Cerita seperti ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membantu membangun kedekatan dengan audiens.
Production content yang bermanfaat secara konsisten membutuhkan strategi, kreativitas, dan pemahaman yang baik terhadap perilaku audiens. Jika Anda ingin mengembangkan strategi konten digital yang lebih terarah dan efektif, bekerja sama dengan IDEOWORKS dapat menjadi solusi yang tepat.



